Selasa, 24 Februari 2009

Mengembangnya Alam Semesta


Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)

Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.



Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.





dikutip dari
http://www.keajaibanalquran.com

Rabu, 18 Februari 2009

Sekelumit tentang Al Qur''an

tentang Al Qur’ an
Al Quran
adalah kitab suci umat islam, definisi Al Qur’an adalah “Kalam Allah SWT yang
merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir di mana membacanya termasuk ibadah”.
Al Qur’an diturunka dalam waktu 22 tahun 2
bulan 22 hari, terdiri dari 30 juz/bagian, 114 surat dan 6236 ayat (atau 6666
ayat, ini tergantung cara penghitungannya saja). Surat terpanjang adalah al Baqarah dengan 286
ayat dan yang terpendek Al kautsar dengan 3 ayat.
Ayat makiyah adalah ayat yang turun di
mekah, ayat madaniyah adalah ayat-ayat yang turun di madinah. Menurut panjang
pendeknya, surat Al Qur’an dibagi 4, As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus. Al
Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu''min dll. Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya. Al Mufashshal (surat-surat yang pendek),
seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dll.
Nama-nama lain
dari Al Qur’an adalah Al-Kitab, Al-Furqan (pembeda antara benar dan salah),
Adz-Dzikr (pemberi peringatan), Al-Mau''idhah (pelajaran/nasehat), Al-Hukm
(peraturan/hukum), Al-Hikmah (kebijaksanaan), Asy-Syifa'' (obat/penyembuh),
Al-Huda (petunjuk), At-Tanzil (yang diturunkan), Ar-Rahmat (karunia), Ar-Ruh
(ruh)Al-Bayan (penerang/penjelas), Al-Kalam (ucapan/firman), Al-Busyra (kabar
gembira), An-Nur (cahaya), Al-Basha''ir (pedoman), Al-Balagh (penyampaian/kabar),
Al-Qaul (perkataan/ucapan).